Belajar dari DAUD
Daud anak bungsu dari Isai. Kesehariannya menggembalakan domba yang hanya 2 - 3 ekor. Artinya Isai bukan orang kaya. Daud , walaupun masih muda dan harus menggembalakan domba, dia tidak malu dan dia tidak mengeluh. Terbukti bahwa Daud menjaga domba nya dengan sepenuh hati. Jika ada singa atau beruang yang akan membahayakan domba-domba nya dia langsung mengejar dan bahkan tidak segan-segan membunuh singa dan beruang itu.
Keseharian menggembalakan domba, membuat Daud melatih dirinya untuk bertarung melawan binatang buas dan berlatih menggunakan ketapel supaya jika ada binatang buas dari jarak jauh bisa diusir dengan ketapel tersebut oleh Daud.
Daud juga punya hoby lain yaitu bermain alat musik. Ditengah kesendiriannya menggembalakan domba, dia mencari kesibukan dengan bermain musik, menyanyi. Tapi Daud tidak sekedar bernyanyi, dia memuji Tuhan. Terbukti dari banyaknya mazmur yang dia ciptakan. Karena Daud tau betul bahwa selama ini Tuhan melindunginya saat menggembalakan domba.
Daud dipersiapkan Tuhan untuk menjadi raja atas umat-Nya. Tuhan melatih dia dengan cara Daud menggembalakan domba-domba yang hanya 2 - 3 ekor. Tuhan kadang suka melihat kita belajar dari hal-hal kecil terlebih dahulu.Jika kita sudah bisa dipercaya dari hal-hal kecil, maka Tuhan akan memberikan hal-hal besar kepada kita untuk dipercayakan.
Daud bisa dipercaya dengan menjaga domba-dombanya. Dan Daud bisa dipercaya dengan tetap melekat kepada Tuhan walaupun tidak ada yang mempedulikannya. Daud bahkan percaya 100% bahwa Tuhan menyertainya.
Saat melawan Goliat, Daud telah ditempa oleh Tuhan. Sehingga Daud punya iman yang sangat besar saat melawan Goliat. Bahwa Goliat akan dia kalahkan seperti waktu dia mengalahkan singa dan beruang. Tentunya dengan Tuhan yang berperang bersama dia.
Tuhan menjanjikan Daud, bahwa dia kelak akan jadi raja Israel. Tetapi 13 tahun Daud menanti dengan tanpa harapan. Karena selama itu nyawa Daud terancam oleh Saul. Tetapi Daud tetap memegang janji Tuhan seperti Yusuf dan Abraham.
Sampai akhirnya tahun ke 13 Daud menjadi raja Israel. Walaupun hanya 1 wilayah yaitu Yehuda. Masih ada 11 Suku yang belum mengakui Daud menjadi raja. Hingga suatu waktu Abner panglima Saul mendatangi Daud dan membuat perjanjian bahwa dia akan mengumpulkan 11 suku untuk begabung dibawah kerajaan Daud. Sehingga Daud menjadi raja penuh atas Israel.
Kabar itu disambut gembira oleh Daud, karena pikirnya pasti ini waktunya Tuhan membuat dia benar-benar jadi raja atas seluruh Israel. Tetapi kenyataan berkata lain. Abner dibunuh oleh Yoab. Entah itu politik karena Yoab akan tersingkir jika misi Abner berhasil atau murni dendam Yoab kepada Abner karena telah membunuh adik Yoab.
Tapi disini kita mau pahami bahwa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi supaya Daud tahu bahwa Tuhan lah yang membuat dia jadi raja bukan Abner atau pahlawan-pahlawannya. Supaya hati Daud tetap melekat kepada Tuhan dan tidak menjadi sombong.
Semoga kisah Daud bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap setia pada janji Tuhan dan mengembangkan apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kita dengan tekun, karena bukan tanpa alasan Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita saat ini, apapun kepercayaan itu.. bisa pekerjaan, talenta, hoby , dsb.
Karena jika sudah waktu -NYA dan kita tidak lemah, maka kita akan menerima penggenapan janji-Nya.
Yosua 21:45 "Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi"

Comments
Post a Comment