Jika TUHAN tahu masa depan, mengapa "sepertinya" membiarkan manusia jatuh dalam dosa?


Judul diatas sering sekali menjadi pertanyaan saat kita membaca kitab Kejadian. Apalagi saat kita membaca TUHAN "sepertinya" sengaja menciptakan pohon pengetahuan tentang baik dan jahat di taman Eden. Apakah benar demikian?

TUHAN tidak pernah menciptakan kejahatan, dari awal penciptaan dikatakan bahwa segala yang diciptakan-NYA baik adanya. Bahkan saat DIA menciptakan manusia, TUHAN berkata "Sungguh Amat Baik" (Kej 1:31). 

Kita coba bahas pelan-pelan. Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan TUHAN (Kej 1:26). Artinya manusia sama seperti TUHAN dalam hal karakter, kreatifitas dan kebaikan. Dari sejak semula, manusia diciptakan sebagai wakil TUHAN untuk mengelola dunia dalam tuntunan-NYA.

Tetapi manusia juga diciptakan dengan kehendak penuh (bukan robot). Ini bukti bahwa TUHAN benar-benar menciptakan manusia segambar dengan DIA. Manusia diberikan wewenang/kuasa untuk mengelola bumi serta isinya. 

Nah.... dalam perjalananya, manusia bertemu si ular (binatang paling cerdik saat itu) (Kej 3:1). Dan ular menjebak Hawa dengan pertanyaan sebaliknya (masih dalam Kej 3:1). Lalu Hawa pun menjelaskan kepada ular tetapi sedikit hyper, ( Kej 3:3). Ular tahu bahwa manusia tertarik dengan pohon tersebut , dia menipu manusia dengan mengatakan bahwa jika memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat kamu tidak akan mati tetapi menjadi seperti Allah. (Kej 3:4-5).

Ironisnya, manusia kemakan bujuk dan rayu si ular. Padahal dari awal diciptakan, manusia sudah sama seperti Allah (Kej 1:26), kenapa harus jadi seperti Allah lagi???. Kehendak bebas yang diberikan kepada manusia dipakai oleh Adam dan Hawa untuk melanggar perintah Allah. Padahal TUHAN baru kasih 1 perintah waktu itu. Manusia gagal dengan perintah yang satu-satunya itu.

Tapi coba kita pikirkan sejenak, apakah waktu itu sebelum manusia makan buah pengetahuan tentang yang baik dan jahat , manusia tidak mengerti atau membedakan mana yang baik dan mana yang jahat ? 

Tidak demikian, manusia sudah punya hikmat dan kecerdasan. Manusia sudah tahu yang mana baik dan jahat, tetapi menurut aturan TUHAN. Artinya baik dan jahat sesuai yang TUHAN tentukan di taman Eden atau dengan kata lain melakukan apa yang benar di mata TUHAN.

Bukan baik dan jahat seperti yang manusia pikirkan atau semaunya manusia. Karena di ceritakan di kitab-kitab selanjutnya bahwa manusia melakukan sesuai dengan apa yang mereka anggap benar (ulangan 12:8). Jadi bukan apa yang benar dimata TUHAN .

Buktinya saat manusia jatuh, mereka malu karena mereka telanjang. Mereka berpikiran jahat antar sesama, "apa yang akan dilakukan adam saat melihat hawa telanjang dan begitupun sebaliknya". Sudah kehilangan hati yang murni seperti Allah. 

Jadi apakah TUHAN membiarkan manusia jatuh dalam dosa dengan menempatkan pohon tentang pengetahuan yang baik dan jahat? tidak !!! Manusia jatuh karena kehendaknya sendiri melanggar perintah TUHAN. 

Lalu mengapa pohon itu ada ditaman Eden, tidak dijelaskan secara pasti, mungkin pohon itu memang sudah ada dari sebelum manusia diciptakan, karena disitu juga ada pohon kehidupan.

Intinya, TUHAN tidak pernah merancangkan yang jahat sejak mulanya. Semata-mata hanya kebaikan yang DIA rancangkan. Bahkan saat manusia jatuh dalam dosa, sedari awal TUHAN berinisiatif untuk membawa manusia kembali ke hubungan yang semula ditaman Eden. (nanti kita bahas lebih lanjut di slide selanjutnya).

Comments

Popular Posts